Profil dan Sejarah Persija Jakarta

Sejarah Persija Jakarta
Profil Persija Jakarta

Nama : Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta
Didirikan : 1928
Alamat : Jalan Tulodong Bawah Iino 3, Selatan Jakarta
Stadion : Gelora bung Karno
Warna Jersey : Oranye
Sponsor Utama : Bank DKI
Kit Sponsor : Specs
Direktur : Kokoh Afiat
Pelatih : Ivan Kolev
Website : https://persija.id/
Email : -
Telepon : +62 (21) 982 78677
Faks : +44 (151) 286 9112

Sejarah Persija Jakarta

Persija (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta), adalah klub sepakbola yang berasal dari kota Jakarta. didirikan pada 28 November 1928 dengan nama asli VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Persija merupakan salah satu tim tersukses di Indonesia.

Pada tahun 1928, beberapa pemuda dari Jakarta memiliki ide untuk membuat tim sepak bola sebagai bentuk gerakan perjuangan terhadap Belanda yang saat itu sedang menjajah Indonesia.

Dan akhirnya mereka mendirikan klub sepakbola bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ).

MH Thamrin merupakan salah satu pemuda yang mendirikan Persija dan sangat terlibat dalam perkembangan VIJ yang sekarang dikenal dengan Persija Jakarta.

Dia sangat peduli dan membantu VIJ dalam banyak hal, salah satunya adalah membangun Stadion VIJ di Petojo, Jakarta Pusat menggunakan uangnya sendiri.

Dalam perjalanannya, Klub yang memiliki julukan Macan Kemayoran ini tercatat telah 11 kali menjuarai kompetisi tertinggi sepakbola indonesia, yaitu 9 kali selama era liga Perserikatan dan 2 kali pada era Liga Indonesia di tahun 2001 dan 2018.

Persija merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan PSSI (Federasi Sepakbola Indonesia). Persija belum pernah sekalipun terdegradasi Sejak kompetisi dimulai pada tahun 1930.

Persija saat ini menggunakan Gelora Bung Karno Stadium (GBK) sebagai kandang mereka.

Sepanjang sejarah klub, Persija telah beberapa kali berganti stadion kandang, yaitu Stadion VIJ, Stadion Menteng, dan Stadion Lebak Bulus.

Di Liga 1 2017, Persija menggunakan Stadion Patriot Chandrabhaga untuk menggelar laga kandang mereka. karena Stadion GBK saat itu sedang direnovasi untuk Asian Games 2018.

Di Era Perserikatan, Persija memiliki rivalitas dengan tim asal kota Surabaya, Persebaya. Kedua tim sering bertemu di final liga Perserikatan dan saling mengalahkan di final.

Selain dengan Persebaya, Persija juga memiliki rivalitas dengan Persib Bandung. Kedua tim pertama kali bertemu di Perserikatan 1933 dan bersaing untuk menjadi juara, dan pada saat itu Persija memenangkan kompetisi sementara Persib adalah runner-up.

Demikian juga tahun berikutnya dalam Perserikatan 1934, lagi-lagi mereka berkompetisi dan Persija menang lagi dengan mengalahkan Persib yang menjadi runner-up lagi dalam kompetisi saat itu.

Laga antara Persija vs Persib biasanya disebut sebagai "Derby Indonesia" . Beberapa orang juga menyebutnya sebagai "Indonesian El Clásico". Tapi, persaingan antara kedua tim baru memanas di tahun 2000-an. Karena permusuhan dari dua pendukung mereka dan persaingan sekarang dipandang lebih sebagai persaingan antara kelompok pendukung masing-masing tim (Persija, The Jakmania dan Persib, Bobotoh dan/atau Viking Persib Club).

Gelar Persija Jakarta

DomestikNIVB/NIVU City
VUVSI/ISNIS
171914, 1915, 1918, 1919, 1920,
1921, 1923, 1925, 1927, 1929,
1933, 1935, 1938, 1939, 1940,
1947, 1948
DomestikPerserikatan/
Liga Indonesia/
Liga 1
11
1931,1933, 1934, 1938, 1954,
1964, 1973, 1975, 1979, 2001,
2018,
DomestikPiala Presiden12018

0 Response to "Profil dan Sejarah Persija Jakarta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel