Profil dan Sejarah Bali United

Sejarah Bali United
Profil Bali United

Nama : Bali United Football Club
Didirikan : 1989
Alamat : Gianyar, Bali
Stadion : Kapten I Wayan Dipta Stadium
Warna Jersey : Merah
Sponsor Utama : Mobil
Kit Sponsor : Made by Club
Ketua Klub : Pieter Tanuri
Pelatih : Stefano Cugurra
Website : http://www.baliutd.com
Email : media@baliutd.com
Telepon : +62 (541) 741 857
Faks : +62 (541) 741 857
Sejarah Bali United

Bali United Football Club, atau umumnya dikenal sebagai Bali United adalah klub sepak bola yang berasal dari kota Bali. klub yang memiliki julukan Serdadu Tridatu ini sebelumnya bernama Putra Samarinda dan didirikan pada tahun 1989.

Klub berganti nama menjadi Bali United pada tahun 2015 dan pindah ke stadion saat ini, Stadion Kapten I Wayan Dipta .

Bali United dibentuk pada tahun 1989 sebagai Klub Sepak Bola Putra Samarinda, atau sering disebut Pusam, oleh seorang pengusaha lokal, Harbiansyah Hanafiah, dan berkompetisi dalam liga semi-profesional Galatama.

Saat terjadi merger antara Perserikatan dan Galatama,

Tetapi ketika dua kompetisi teratas di Indonesia, Perserikatan dan Galatama, bergabung untuk membentuk Liga Indonesia, Pusam terus-terusan megalami krisis keuangan.

Puncaknya pada tahun 2000, mereka dipaksa mundur dari Divisi Utama dan dijatuhi hukuman turun ke Divisi Pertama. Musim berikutnya mereka kembali absen akibat krisis tersebut sehingga mereka kembali dihukum turun ke Divisi II.

Selain Pusam, ada satu klub lagi di Samarinda yang merupakan mantan tim Perserikatan, Persatuan Sepakbola Indonesia Samarinda, atau yang biasa dikenal dengan Persisam.

Persisam, tidak seperti Pusam, tidak mengalami masalah keuangan karena pada saat itu mereka menerima bantuan keuangan dari pemerintah kota Samarinda. Sayangnya, prestasi mereka tidak begitu baik. Bahkan sampai terdegradasi ke divisi dua pada musim 2002-03.

Kedua tim kemudian memutuskan untuk bergabung pada tahun 2003 dan membentuk Persisam Putra Samarinda. Dengan memperoleh sumber dana dari APBD Kota Samarinda dan lisensi Pusam untuk berkompetisi di Liga Indonesia, mereka mulai ikut berkompetisi lagi tapi dari divisi kedua.

Setelah merger, prestasi klub perlahan meroket. Memasuki babak kedua Divisi II pada musim 2005, mereka secara otomatis dipromosikan ke Divisi Pertama. Setelah menghabiskan Dua musim di tingkat ketiga kompetisi sepak bola Indonesia, Persisam Putra naik ke Divisi Utama pada musim 2008-09 dan langsung menjadi juara yang membawa mereka promosi ke Liga Super Indonesia.

Memasuki musim 2014, Harbiansyah Hanafiah mengganti nama klub kembali ke Putra Samarinda yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kejayaan Putra Samarinda yang digantikan oleh Persisam.

Sayangnya, klub itu seperti ditinggalkan oleh penggemar karena ada masalah yang menyatakan bahwa Pusam kemudian digunakan sebagai ranah politik. Selain itu, klub juga di buat terkejut dengan muncl nya skandal kasus korupsi yang dilakukan oleh sejumlah pejabat mereka.

Untuk meningkatkan daya jual dan peluang sukses yang lebih tinggi, Putra Samarinda mengganti nama mereka menjadi Bali United. Tim dipindahkan dari Samarinda, Kalimantan Timur ke Gianyar, Bali.

Harbiansyah Hanafiah, komisaris utama Putra Samarinda menjelaskan bahwa ia bersedia mengubah nama klub dan pindah ke Bali karena tidak ada perwakilan Bali di tingkat sepakbola tertinggi di Indonesia.

Apalagi kondisi keuangan Pusam sebelumnya sangat memprihatinkan. Jadi, setelah bekerja sama dengan salah satu produsen ban, Corsa, ia berharap klub tidak akan bubar.

Terobosan pertama klub adalah menunjuk Indra Sjafri sebagai manajer. Di tangan mantan pelatih tim nasional U-19 nasional Indonesia, Bali United berubah menjadi klub yang lebih mengandalkan pemain muda.

Dia membawa beberapa pemain tim nasional U-19 yang telah dilatih olehnya untuk diberi kesempatan bermain di kompetisi papan atas di Indonesia.

Setelah mengakhiri Liga 1 musim 2017 sebagai runner-up, Bali United kemudian ikut berkompetisi dalam kompetisi AFC untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Mereka mewakili Indonesia karena sang juara, Bhayangkara FC gagal mendapatkan lisensi AFC. Klub ini melakukan debut di Liga Champions AFC pada 16 Januari 2018 dengan kemenangan 3-1 atas Tampines Rovers di babak penyisihan tahap 1.

Namun mereka gagal mencapai babak penyisihan grup, karena mereka kalah 1–2 dari Chiangrai United FC di babak penyisihan tahap 2. Mereka juga melakukan debut di Piala AFC pada tahun 2018 di mana mereka tersingkir di babak penyisihan grup setelah hanya menempati posisi 4 klasmen akhir.

Gelar Bali United

-

0 Response to "Profil dan Sejarah Bali United"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel